Perdagangan dan Industri dalam Angka
Salindia ini menampilkan lima indikator perdagangan dan industri dari World Bank World Development Indicators, satu bingkai untuk setiap indikator. Setiap bingkai memuat grafik batang peringkat, nilai serta peringkat Indonesia, dan garis tren dari data tahunan yang sama. Semua angka diambil langsung dari sumber tanpa pengolahan tambahan.
| Exports of goods and services | 146 | Ekspor Indonesia 22,1833% dari PDB, peringkat 146 dari 192 negara |
| Imports of goods and services | 175 | Impor Indonesia 20,3893% dari PDB, peringkat 175 dari 192 negara |
| Manufacturing value added | 27 | Nilai tambah manufaktur Indonesia 18,984% dari PDB, peringkat 27 dari 203 negara |
| Foreign direct investment, net inflows | 19 | Arus masuk investasi asing langsung ke Indonesia sekitar 24,3 miliar dolar AS, peringkat 19 dari 204 negara |
| High-technology exports | 76 | Ekspor teknologi tinggi Indonesia 8,711% dari ekspor manufaktur, peringkat 76 dari 186 negara |
Bacalah tiap bingkai secara terpisah: perhatikan letak Indonesia pada grafik batang, lalu arah garis trennya. Satuan dan jumlah negara berbeda antarbingkai (persen PDB, persen ekspor manufaktur, dan dolar AS; 186 hingga 204 negara), sehingga nilai maupun peringkat antarindikator tidak boleh dibandingkan langsung.
Poin Utama
Pada tema perdagangan dan industri, Indonesia tampil lebih menonjol di sisi produksi daripada di sisi keterbukaan dagang. Nilai tambah manufaktur Indonesia tercatat 18,984% terhadap PDB, peringkat 27 dari 203 negara, jauh di atas nilai dunia 14,9944%. Sebaliknya, ekspor barang dan jasa hanya 22,1833% terhadap PDB pada 2024 dan menempati peringkat 146 dari 192 negara, di bawah nilai dunia 29,1076%; impor 20,3893% bahkan berada di peringkat 175 dari 192. Ekspor produk teknologi tinggi 8,711% dari ekspor manufaktur (peringkat 76 dari 186) juga berada di bawah nilai dunia 24,7589%, sementara arus masuk investasi asing langsung sekitar 24,3 miliar dolar AS menempatkan Indonesia di peringkat 19 dari 204.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (NE.EXP.GNFS.ZS, NE.IMP.GNFS.ZS, NV.IND.MANF.ZS, TX.VAL.TECH.MF.ZS, BX.KLT.DINV.CD.WD).*
Nilai Terbaru Indikator Utama
Indikator pertama dalam edisi ini adalah ekspor barang dan jasa terhadap PDB. Nilai Indonesia pada 2024 adalah 22,1833%, peringkat 146 dari 192 negara yang tercakup. Angka itu sekitar 6,9 poin persen di bawah nilai dunia 29,1076%. Perlu dicatat bahwa peringkat 146 dari 192 berarti Indonesia berada pada urutan ke-47 bila dihitung dari bawah — posisi relatifnya rendah, meskipun nilainya sendiri tidak termasuk kelompok yang sangat kecil, karena negara-negara di dasar daftar berada pada kisaran satu digit.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators — Exports of goods and services (% of GDP), NE.EXP.GNFS.ZS.*
Yang Berada di Puncak dan di Dasar
Pada rasio ekspor terhadap PDB, urutan teratas diisi Luksemburg 191,533%, San Marino 185,9928%, Hong Kong 181,7913%, Singapura 178,7763%, dan Irlandia 143,9846%. Di kawasan yang sama dengan Indonesia, Vietnam berada di peringkat 12 dengan 90,1542%. Kelompok teratas umumnya adalah ekonomi berukuran kecil atau pusat perdagangan transit dan jasa keuangan, sehingga rasionya dapat melampaui 100%. Di ujung bawah terdapat Sudan 0,7209%, Haiti 3,4008%, Etiopia 5,5393%, Kiribati 5,9202%, dan Suriah 6,8101%. Indonesia dengan 22,1833% berada di paruh bawah daftar, namun jaraknya masih lebar dari kelompok terbawah yang bernilai satu digit.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators — Exports of goods and services (% of GDP), NE.EXP.GNFS.ZS.*
Perubahan dalam Sepuluh Tahun Terakhir
Rasio ekspor Indonesia bergerak dari 23,9236% pada 2013 ke titik terendah 17,3312% pada 2020, lalu naik ke titik tertinggi periode ini 24,5029% pada 2022, sebelum tercatat 22,1833% pada 2024 — sekitar 1,7 poin persen lebih rendah dibanding 2013. Rasio impor mengikuti pola serupa: 24,7138% (2013), terendah 15,641% (2020), dan 20,3893% (2024). Nilai tambah manufaktur bergerak turun secara bertahap dari 21,0287% (2013) ke 18,3362% (2022), lalu 18,984% (2024). Ekspor teknologi tinggi berada pada kisaran sempit, dari 9,6761% (2013), terendah 7,2013% (2021), hingga 8,711% (2024). Arus masuk investasi asing langsung paling berfluktuasi: sekitar 23,3 miliar dolar AS (2013), turun tajam ke sekitar 4,5 miliar dolar AS (2016), dan sekitar 24,3 miliar dolar AS (2024). Data ini hanya menunjukkan arah pergerakan, bukan sebabnya.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (NE.EXP.GNFS.ZS, NE.IMP.GNFS.ZS, NV.IND.MANF.ZS, TX.VAL.TECH.MF.ZS, BX.KLT.DINV.CD.WD).*
Perbandingan dengan Negara Sekitar
Pada rasio ekspor, Indonesia 22,1833% berada dekat dengan Jepang 22,769% (peringkat 141) dan Tiongkok 20,0229% (151), di atas Amerika Serikat 11,1075% (177), tetapi sekitar separuh dari Korea Selatan 44,3582% (68) dan Jerman 41,4341% (84); di kawasan sekitar, Vietnam 90,1542% dan Singapura 178,7763% berada jauh di atas. Pada nilai tambah manufaktur, posisi Indonesia 18,984% (27) lebih tinggi daripada Jerman 18,0067% (28), Amerika Serikat 10,7104% (94), Prancis 9,5665% (109), dan Inggris 7,985% (130), namun di bawah Korea Selatan 26,618% (7), Tiongkok 24,8692% (9), Vietnam 24,4304% (11), Thailand 24,3303% (12), dan Jepang 20,581% (17). Perbedaan terbesar tampak pada ekspor teknologi tinggi: Indonesia 8,711% berhadapan dengan Filipina 60,9753%, Singapura 59,4298%, Malaysia 58,6277%, dan Vietnam 44,2569% di kawasan yang sama, serta Korea Selatan 36,2583% dan Tiongkok 26,2777%. Untuk investasi asing langsung, sekitar 24,3 miliar dolar AS menempatkan Indonesia di atas Tiongkok sekitar 18,6 miliar (23), Jepang sekitar 16,2 miliar (25), dan Korea Selatan sekitar 12,9 miliar (33), tetapi di bawah Singapura sekitar 135,1 miliar (2) dan Amerika Serikat sekitar 297,1 miliar (1).
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (NE.EXP.GNFS.ZS, NV.IND.MANF.ZS, TX.VAL.TECH.MF.ZS, BX.KLT.DINV.CD.WD).*
Cara Membaca Angka Ini
Ekspor, impor, dan nilai tambah manufaktur di sini dinyatakan sebagai persentase PDB. Karena penyebutnya adalah PDB, negara dengan ekonomi domestik besar cenderung menghasilkan rasio yang lebih rendah, sehingga rasio kecil tidak berarti nilai perdagangannya kecil dalam satuan uang. Pada ekonomi yang berfungsi sebagai titik transit perdagangan, rasio ekspor dapat melampaui 100%, sehingga membandingkannya langsung dengan Indonesia kurang tepat. Investasi asing langsung dinyatakan dalam dolar AS sebagai arus masuk neto pada neraca pembayaran, sehingga nilainya bisa negatif — misalnya Swiss sekitar -108,4 miliar dan Inggris sekitar -13,0 miliar — dan angka satu tahun mudah berayun. Ekspor teknologi tinggi adalah pangsa terhadap ekspor manufaktur, bukan ukuran tingkat teknologi itu sendiri, dan sangat dipengaruhi komposisi barang yang diekspor. Jumlah negara yang dicakup berbeda antarindikator (192, 203, 204, dan 186), sehingga peringkat antarindikator tidak dapat dibandingkan begitu saja. Seluruh angka berasal dari World Bank World Development Indicators yang diperbarui tahunan dan dapat direvisi secara mundur, sehingga sebaiknya dibaca sebagai gambaran sementara, bukan angka final.
*Sumber: World Bank, World Development Indicators (NE.EXP.GNFS.ZS, NE.IMP.GNFS.ZS, NV.IND.MANF.ZS, TX.VAL.TECH.MF.ZS, BX.KLT.DINV.CD.WD).*
Exports of goods and services dalam peta dan grafik
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Luksemburg | 191.53 |
| 2 | San Marino | 185.99 |
| 3 | Hong Kong | 181.79 |
| 4 | Singapura | 178.78 |
| 5 | Irlandia | 143.98 |
| 144 | Mali | 22.57 |
| 145 | Kepulauan Mariana Utara | 22.26 |
| 146 | Indonesia | 22.18 |
| 147 | Rusia | 21.92 |
| 148 | Bolivia | 21.44 |
| 190 | Etiopia | 5.54 |
| 191 | Haiti | 3.4 |
| 192 | Sudan | 0.72 |
Puncak daftar diisi Luksemburg 191,533% dan Singapura 178,7763%, sedangkan dasarnya Sudan 0,7209% dan Haiti 3,4008%. Indonesia berada di paruh bawah, namun masih jauh di atas kelompok satu digit.
Garis tren bergerak dari 23,9236% (2013) ke titik terendah 17,3312% (2020), lalu 24,5029% (2022) dan 22,1833% (2024). Jarak antarnegara sangat lebar, dari bawah 1% hingga di atas 190%.
Bandingkan negara
Imports of goods and services
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Hong Kong | 177.72 |
| 2 | Luksemburg | 159.74 |
| 3 | San Marino | 154.99 |
| 4 | Singapura | 143.6 |
| 5 | Jibuti | 114.82 |
| 173 | Tanzania | 21.68 |
| 174 | Kolombia | 20.93 |
| 175 | Indonesia | 20.39 |
| 176 | Aljazair | 20.28 |
| 177 | Angola | 19.36 |
| 190 | Turkmenistan | 11.16 |
| 191 | Venezuela | 9.22 |
| 192 | Sudan | 1.27 |
Hong Kong 177,7154% dan Luksemburg 159,735% memimpin, sementara Sudan 1,2745% dan Venezuela 9,2213% menutup daftar. Indonesia berdekatan dengan Tiongkok 17,1755% dan Brasil 17,6459% di bagian bawah.
Tren turun dari 24,7138% (2013) ke 15,641% (2020), lalu naik kembali ke 20,3893% (2024). Sebaran antarnegara membentang lebih dari 170 poin persen.
Manufacturing value added
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Puerto Riko | 44.14 |
| 2 | Liechtenstein | 34.17 |
| 3 | San Marino | 31.77 |
| 4 | Irlandia | 29.57 |
| 5 | eSwatini | 29.12 |
| 25 | Slovenia | 19.37 |
| 26 | Paraguay | 19.02 |
| 27 | Indonesia | 18.98 |
| 28 | Jerman | 18.01 |
| 29 | Turkmenistan | 17.96 |
| 201 | Mikronesia | 0.51 |
| 202 | Kepulauan Turks dan Caicos | 0.45 |
| 203 | Bermuda | 0.33 |
Puerto Riko 44,1443% dan Liechtenstein 34,1726% berada di atas, sementara Bermuda 0,3311% dan Makau 0,7613% di bawah. Indonesia duduk di sepertiga atas, di atas Jerman 18,0067%.
Garis tren menurun bertahap dari 21,0287% (2013) ke 18,3362% (2022), lalu 18,984% (2024). Rentang antarnegara mencapai lebih dari 43 poin persen.
Foreign direct investment, net inflows
| Peringkat | Negara / wilayah | US$ |
|---|---|---|
| 1 | AS | 297,058,000,000 |
| 2 | Singapura | 135,077,157,183 |
| 3 | Hong Kong | 125,820,976,920 |
| 4 | Luksemburg | 105,986,643,430 |
| 5 | Brasil | 74,090,786,050 |
| 17 | Swedia | 27,034,877,941 |
| 18 | Italia | 26,903,748,175 |
| 19 | Indonesia | 24,275,445,280 |
| 20 | Arab Saudi | 21,337,562,070 |
| 21 | Polandia | 20,606,000,000 |
| 202 | Hungaria | -62,190,710,104 |
| 203 | Liechtenstein | -87,212,093,508 |
| 204 | Swiss | -108,395,568,634 |
Amerika Serikat sekitar 297,1 miliar dan Singapura sekitar 135,1 miliar memimpin, sedangkan Swiss sekitar -108,4 miliar dan Liechtenstein sekitar -87,2 miliar berada di dasar. Indonesia unggul atas Jepang sekitar 16,2 miliar dan Korea Selatan sekitar 12,9 miliar.
Tren berayun tajam: sekitar 23,3 miliar (2013), turun ke sekitar 4,5 miliar (2016), lalu sekitar 24,3 miliar (2024). Karena satuannya dolar AS, jarak antarnegara jauh lebih lebar daripada bingkai berbasis persen.
High-technology exports
| Peringkat | Negara / wilayah | % |
|---|---|---|
| 1 | Kepulauan Cayman | 85.52 |
| 2 | Samoa | 76.67 |
| 3 | Hong Kong | 75.57 |
| 4 | Filipina | 60.98 |
| 5 | Singapura | 59.43 |
| 74 | Uni Emirat Arab | 8.96 |
| 75 | Bolivia | 8.79 |
| 76 | Indonesia | 8.71 |
| 77 | Niger | 8.62 |
| 78 | Slovenia | 8.34 |
| 184 | Antigua dan Barbuda | 0 |
| 185 | Bahama | 0 |
| 186 | Makau | 0 |
Kepulauan Cayman 85,5232% dan Hong Kong 75,5707% memuncaki daftar, dengan Filipina 60,9753%, Singapura 59,4298%, dan Malaysia 58,6277% di kawasan sekitar. Indonesia berada di sekitar pertengahan daftar.
Garis tren bergerak sempit: 9,6761% (2013), terendah 7,2013% (2021), lalu 8,711% (2024). Selisih dengan Vietnam 44,2569% dan Korea Selatan 36,2583% jauh lebih besar daripada pergerakan antartahun.